Selasa, 09 September 2014

SISTEM OPRASI JARINGAN LINUX


UNIX merupakan sistem operasi komputer, bisa disebut juga software dasar yang mengendalikan sistem komputer dan peripheral nya. Dalam hal ini, UNIX berperilaku sama dengan Windows atau MacOs, dalam hal ini menyediakan mekanisme dasar untuk booting komputer, log in, menjalankan aplikasi, menyimpan dan mengambil file, dll. Kata "UNIX" mengacu pada keluarga sistem operasi yang berhubungan dengan satu atau kedua sistem operasi UNIX asli (BSD dan SystemV). Contoh sistem operasi UNIX modern meliputi IRIX (dari SGI), Solaris (dari Sun), Tru64 (dari Compaq) dan Linux (dari komunitas Perangkat Lunak Bebas). Walaupun berbeda "rasa" dari UNIX dan memiliki karakteristik yang unik dan berasal dari sumber yang berbeda, tetapi mereka semua bekerja sama dalam beberapa cara fundamental. Jika anda mendapatkan keakraban dengan salah satu dari sistem operasi berbasis UNIX, Anda juga akan mendapatkan setidaknya beberapa keakraban dengan hampir setiap varian UNIX lainnya
Sistem operasi UNIX yang terdiri dari tiga komponen utama:
1. Kernel
Ini adalah pusat dari sistem operasi.

2. Programs
Program yang ini membuat individu atas perintah yang diberikan oleh user untuk melakukan tugas-tugas tertentu.

3. Shell
Shell memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi dengan sistem.
 


 LINUX DEBIAN

 

Debian adalah sistem operasi bebas yang dikembangkan secara terbuka oleh banyak programer sukarela(pengembang Debian) yang tergabung dalam Proyek Debian. Sistem operasi Debian adalah gabungan dari perangkat lunak yang dikembangkan dengan lisensi GNU, dan utamanya menggunakan kernel Linux,
sehingga populer dengan nama Debian GNU/Linux. Sistem operasi Debian yang menggunakan kernel Linux merupakan salah satu distro Linux yang populer dengan kestabilannya. Dengan memperhitungkan distro berbasis Debian, seperti Ubuntu, Xubuntu, Knoppix, Mint, dan sebagainya, maka Debian merupakan distro Linux yang paling banyak digunakan di dunia .

Opensuse adalah distro Linux versi komunitas yang didukung dan disponsori oleh novell. OpenSUSE merupakan distro linux open source dan gratis yang menjadi dasar pengembangan bagi distro Linux komersil yang disediakan oleh Novell,SUSE Linuk Enterprice Server (SLES) dan SUSE Linux Enterprise Desktop (SLED).


        Salah satu keunggulan utama dari OpenSUSE dibandingkan distro Linux lainnya adalah kelengkapan pustaka dan berlimpahnya software yang disertakan. Bersama Red Hat, SUSE adalah distro Linux versi awal yang terus bertahan dan berkembang hingga sekarang
 

Red Hat Linux (RHL), buatan perusahaan Red Hat, Inc., adalah sistem operasi Linux yang populer sampai produksinya dihentikan pada tahun 2004.

Red Hat Linux 1.0 ini dirilis pada 3 November 1994. Awalnya disebut "Red Hat Commercial Linux" merupakan distro linux pertama yang menggunakan sistem RPM Package Manager, yang kemudian diikuti beberapa distro lain, seperti Mandriva Linux dan SUSE Linux.
Sejak 2003, Red Hat telah menghentikan produksi Red Hat Linux namun mengeluarkan Red Hat Enterprise Linux (RHEL) untuk lingkungan perusahaan (tidak gratis), serta Fedora (yang dikembangkan oleh masyarakat dengan dukungan Fedora Project dan disponsori oleh Red Hat) sebagai versi gratis bagi lingkungan rumahan. Red Hat Linux 9, rilis terakhir, secara resmi diakhiri pada 30 April 2004, meskipun dukungan masih diberikan oleh proyek Fedora Legacy sampai awal 2007.
Kelebihan
1. Dapat mengubah alamat IP menjadi domain pada web.
2. Domain juga digunakan sebagai virtual host dalam dunia maya.
3. Domain Lebih mudah di ingat dibandingkan dengan no IP Address.

1. Membutuhkan waktu untuk mengkonfigurasinya.
2. Jika kita koneksi terputus domain tidak dapat di akses lagi.

Pengertian Solaris

Solaris merupakan suatu operasi system turunan asli dari varian kernel Unix yang dikembangkan pada tahun 1969 oleh American Telephone and Telegraph (AT&T). Solaris pada umumnya digunakan untuk menjalankan web server dan database server. Sejak Sun memulai membangun Solaris, pangsa pasar ditujukan untuk perusahaan menengah ke atas (Enterprise). Solaris juga membangun sebuah operasi system yang berfokus pada bagaimana Solaris bisa berjalan dengan baik dan stabil dengan membandingkan operasi system dengan turunan Unix lainnya. Solaris memberikan dukungan pada kemampuan Multiprocessor, bagaimana mengatasi deadlock, bagaimana menjaga dan meningkatkan CPU dan bagaimana teknik memanajemen Memory yang baik. Jika dilakukan perbandingan multiprocessor pada mesin yang sebanding antara Solaris 10 x86, RedHat Enterprise Linux 4, RedHat Enterprise Linux 5 dan Windows  Server 2003 R2. Solaris lebih unggul dalam stabilitas, efisiensi dan juga memiliki kinerja terbaik pada sebuah system operasi.


Novell NetWare adalah sebuah sistem operasi jaringan yang umum digunakan dalam komputer IBM PC atau kompatibelnya. Sistem operasi ini dikembangkan oleh Novell, dan dibuat berbasiskan tumpukan protokol jaringan Xerox XNS.
NetWare telah digantkan oleh Open Enterprise Server (OES). Versi terakhir dari NetWare hingga April 2007 adalah versi 6.5 Support Pack 6, yang identik dengan OES-NetWare Kernel, Support Pack 2.
 Windows NT merupakan sebuah sistem operasi 32-bit dari Microsoft yang menjadi leluhur sistem operasi Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows Vista. Sistem operasi tersebut pada awalnya mendukung beberapa platform mikroprosesor, dimulai dari Intel 80x86 (hingga sekarang), MIPS R4x00 (dihentikan pada versi Windows NT 4.0), Digital Equipment Corporation Alpha AXP (dihentikan pada versi Windows 2000 Beta 3), IBM PowerPC (dimulai dari versi Windows NT 3.51 dan dihentikan pada versi Windows NT 4.0), serta beberapa platform lainnya, seperti Clipper dan SPARC (tidak dirilis untuk umum, karena dibuat oleh pihak ketiga, Intergraph). Saat ini, sistem operasi berbasis Windows NT hanya mendukung platform Intel 80x86, Intel IA64 dan AMD64 (atau x64), sementara platform lainnya tidak didukung lagi, mengingat kurangnya dukungan dari pihak ketiga untuk prosessor tersebut.

Kamis, 15 Mei 2014

Perangkat sistem komputer..

2.3 – Perangkat Sistem Komputer : Software & Brainware

2.2 Perangkat Lunak Komputer (software)

Software (perangkat lunak atau program) adalah kumpulan instruksi atau perintah terperinci yang diatur sedemikian sehingga komputer dapat melakukan fungsinya dengan cara tertentu. Bentuk terkecil dari software adalah operasi aritmatik (+, -, :, x) dan logika (AND, OR, >, <, =). Dari operasi dasar ini di susun software / perangkat lunak.

A. Perkembangan software

Perkembangan software dibagi kedalam empat periode yaitu :
  1. Periode Pioner
  2. Periode Stabil
  3. Periode Mikro
  4. Periode Modern

a. Periode Pioner (1950 – 1963)

  • Bentuk perangkat lunak pada awalnya adalah sambungan-sambungan kabelke antar bagian dalam komputer
  • Penggunaan komputer saat itu masih dilakukan secara langsung, sebuah program untuk sebuah mesin dan digunakan untuk tujuan tertentu
  • Penggunaan komputer dilakukan secara langsung dan hasil yang selesaidikerjakan komputer berupa print out.
  • Proses yang di lakukan di dalam komputer berupa baris instruksi yang diproses secara berurutan
b. Periode Stabil (1963 – 1980)
  • Pada era stabil penggunaan komputer sudah cukup meluas dan banyak digunakan di berbagai kalangan
  • Perusahaan perangkat lunak bermunculan
  • Baris-baris perintah perangkat lunak yang dijalankan oleh komputer dilakukan secara serempak (multi tasking)
  • Satu perangkat lunak dapat digunakan oleh banyak pengguna (multi user) secara cepat/langsung (real time)
  • Mulai diperkenalkan sistem basis data, yang memisahkan antara program (pemroses) dengan data (yang di proses)
c. Periode Mikro (1980 – 1990)
  • Perangkat lunak dapat dibedakan menjadi perangkat lunak sistem yang bertugas menangani internal, dan perangkat lunak aplikasi yang digunakan secara langsung oleh penggunannya untuk keperluan tertentu
  • Automatisasi yang ada di dalam perangkat lunak mengarah ke suatu jenis kecerdasan buatan.

d. Periode Modern (1990 – …)

  • Perangkat lunak/software terdapat pada hampir semua perangkat elektronik
  • Semua perangkat yang memiliki software dapat saling terhubung (otomatisasi)
  • Pembuatan sebuah perangkat lunak bukan lagi pekerjaan segelentir orang, tetapi telah menjadi pekerjaan banyak orang, dengan beberapa tahapan proses yang melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam perancangannya.
  • Tingkat kecerdasan yang ditunjukkan oleh perangkat lunak pun semakin meningkat, selain permasalahan teknis, perangkat lunak sekarang mulai bisa mengenal suara dan gambar

B. Klasifikasi Perangkat lunak

  1. Perangkat lunak SISTEM, yaitu Perangkat lunak yang khusus berkaitan dengan hardware sistem komputer
  2. Perangkat Lunak APLIKASI, Perangkat lunak yang umumnya digunakan untuk mengolah data

a. Perangkat Lunak Sistem

  • Sistem Operasi
  • Bahasa Pemrograman
  • Sistem Utility

Sistem Operasi

  • Saat komputer pertama kali dihidupkan, sistem operasi adalah software yang pertama kali dijalankan untuk mengatur seluruh proses, menterjemahkan masukan, mengatur proses internal, mengatur penggunaan memori, dll
  • Contoh Operating System :Dos, Windows, Linux, Unix, OS, Apple System, Novell, dll
Bahasa Pemrograman
  • Merupakan perangkat lunak yang bertugas mengkonversikan arsitektur dan algoritma rancangan manusia (programmer) kedalam format yang dapat dijalankan komputer
  • Contoh : Basic, Pascal, Fortran, C, dll
System Utility
  • Merupakan perangkat lunak sistem dengan fungsi tertentu, misalnya menjalankan hardware, pemeriksaan hardware, memeriksa disket yang rusak (bukan rusak fisik), mengatur ulang isi harddisk (partisi, defrag), dll
  • Contoh : Hardware Driver, Norton Utility, PC Tools, dll

b. Perangkat Lunak Aplikasi

  • Pengolah Kata
  • Contoh : Word Star, Chi Writer, Ms Word, dll
  • Spread Sheet
  • Contoh : Lotus, Excel, SPSS, dll
  • DBMS
  • Contoh : Dbase, Access, FoxPro, dll
  • Multimedia
  • Contoh : Media Player, Winamp, Pinnacle Studio, dll
  • Aplikasi Games
  • Contoh : Mini Games, Heavy Games, dll

2.3 Pengguna Komputer (brainware)

Brainware atau pengguna komputer (user) terdiri dari beberapa tingkatan tergantung pada media organisasinya. Tingkatan brainware terdapat pada struktur jaringan, internet platform, dan program builder.

a. Network Platform

  • Administrator
  • Backup Operator
  • Network Config Operator
  • Power User
  • Remote Desktop User
  • Replicator
  • User
  • Guest
  • Debugger User
  • Help Services Group

b. Network Platform

  • Web Master
  • Designer
  • Operator
  • User

c. Software Builder

  • Analisis Sistem
  • Programmer
  • Operator

Minggu, 11 Mei 2014

ELEMEN DASAR PEMROGRAMAN JAVA ..

                 ELEMEN DASAR PEMROGRAMAN JAVA


1.     1).  IDENTIFIER & VARIABEL
Identifier digunakan untuk nama class, method, dan variabel. variabel adalah satuan dasar penyimpanan dalam program Java. Suatu variabel didefinisikan dengan kombinasi identifier, tipe, dan cakupan. Bergantung pada tempat dideklarasikannya, variabel dapat bersifat lokal atau sementara, misalnya didalam perulangan

for, atau dapat juga berupa variabel instans yang dapat diakses oleh semua method dalam class. Cakupan lokal dinyatakan dalam kurung kurawal. Dengan aturan dasar penamaan:
1. Berupa urutan tertentu huruf (besar atau kecil), angka, garis bawah, dan tanda dolar.
2. Tidak boleh diawali oleh angka
3. Bersifat case sensitive.
4. Tidak boleh menggunakan operator
5. Tidak boleh menggunakan keyword
Kelompok Java mengikuti aturan penamaan identifier untuk semua method public dan variabel instans :
1.Jika nama variabel atau identifier terdiri dari 1 kata, maka semua dituliskan dengan huruf kecil, misal : “harga”, “nama”, “alamat”.
2. Jika terdiri dari 2 kata atau lebih, maka diawali dengan huruf kecil dan menandai bagian kata selanjutnya dengan huruf besar, misalnya “nextItem”, “currentValue”, “getTimeOfDay”.
3. Untuk variabel private dan lokal identifier akan berupa huruf kecil semua dikombinasikan dengan garis bawah, misalnya “next_val”, “temp_val”.
4. Untuk variabel final yang mewakili suatu konstanta, digunakan huruf besar semua, misalnya “TOK_BRACE”, “DAY_FRIDAY”.

2.     2)  Keyword (kata kunci) merupakan Identifier milik java yang dikenali oleh compiler dan juga Keyword
Keyword adalah pengidentifikasi yang telah dipesan untuk didefinisikan sebelumnya oleh java untuk tujuan tertentu. Berikut adalah keyword Java :
KATA KUNCI (KEYWORDS)
Sampai dengan Versi 1.0 terdapat 59 kata kunci yaitu :
abstract, boolean, break, byte, byvalue, case, cast, catch,
char, class, const, continue, default, do, double, else,
extends, false, final, finally, float, for, future, generic,
goto, if, implements, import, inner, instanceof, int, interface,
long, native, new, null, operator, outer, package, private,
protected, public, rest, return, short, static, super, switch,
synchronized, this, throw, throws, transient, true, try, var,
void, volatile, while,
3.    3)   1. Berupa urutan tertentu huruf (besar atau kecil), angka, garis bawah, dan tanda dolar.
2. Tidak boleh diawali oleh angka
3. Bersifat case sensitive.
4. Tidak boleh menggunakan operator
5. Tidak boleh menggunakan keyword
4.      4) ♥ Tipe data
Java memiliki tipe data 2 yaitu primitif dan referensi.
1. Tipe Data Primitif
Java memiliki tipe data primitif, meliputi 4 tipe untuk bilangan bulat 2 tipe untuk bilangan titik mengambang, dan sisanya untuk karakter dan Boolean.
a. Bilanganbulat
Integer merupakan tipe data numerik yang digunakan apabila tidak berurusan dengan pecahan atau bilangan desimal. Tipe data numerik yang termasuk integer adalah sebagai berikut :
☺Byte Memiliki jangkauan nilai dari -128 sampai +127 dan menempati ukuran 1 byte ( 8 bits ) di memori.
☺Short Memiliki jangkauan nilai dari -32768 sampai 32767 dan menempati 2 bytes ( 16 bits ) di memori.
☺Int Memiliki jangkauan nilai dari -2147483648 sampai 2147483647 dan menempati 4 bytes ( 32 bits ) di memori.
☺Long Memiliki jangkauan nilai dari -9223372036854775808 sampai 9223372036854775807 dan menempati 8 bytes ( 64 bits ) di memori.
b. Floating Point ( Bilangan Pecahan )
Floating Point digunakan untuk menangani bilangan decimal atau perhitungan yang lebih detail dibanding integer. Dua tipe data yang berkaitan dengan bilangan titik mengambang adalah float dan double.
☺Float memiliki nilai -3.4×108 sampai +3.4×108 dan menempati 4 byte(32bits) di memori.
☺Double memiliki nilai -1.7×10308 sampai +1.7×10308 dan menempati 8byte(64bits) di memori.
c. Char
Tipe data char adalah tipe data untuk menyatakan sebuah karakter. Dalam hal ini dapat berupa karakter apa saja (yang tercakup dalam himpunan kode Unicode), sehingga dapat menggunakan kode /u kemudian diikuti bilangan dari 0 sampai 65535, tetapi yang biasa digunakan adalah bilangan heksadesimal dari 0000 sampai FFFF.. Char berbeda dengan String, karena String bukan merupakan tipe data primitif,tetapi sudah merupakan sebuah objek.

d. Boolean
Tipe data Boolean digunakan untuk menangani keadaan logika atau keadaan dengan dua kemungkinan nilai. Nilai yang dapat digunakan adalah true (benar) dan false (salah).

2. Tipe data Referensi
Tipe data ini digunakan untuk mereferensikan objek atau class tertentu, seperti String, kelas, interface, dan array.

Catatan : Perbedaan mendasar antara tipe primitif dan referensi adalah
•Tipe-tipe primitif didefinisikan oleh bahasa Java, sedangkan tipe referensi pada dasarnya adalah tipe user-defined.
•Tipe primitif merepresentasikan nilai tunggal, sedangkan tipe referensi dapat menampung nol atau lebih nilai primitif atau objek.

♥ Variabel dan konstanta
Variabel menyatakan suatu lokasi di dalam memori komputer yang digunakan untuk menyimpan suatu nilai dan nilai yang di dalamnya bisa diubah. Bentuk pendeklarasian variabel :

tipe namaVar [,namaVar]

Contoh :
• Char karakterku
• Float bildesimal
• Boolean status

# memberikan nilai variabel menggunakan tanda =.
Contoh :
• variabelbilangan = 10
• karakterku = ‘f
• bildesimal = 44.2f
• status = true
# mendeklarasikan dan memberikan nilai dalam satu baris
contoh :
• int bilbaru = 100
• char karakterbaru = ‘y’
• double bilnya = 23.445
• boolean kondisi = true
5.5)      Konstanta/Literal
Konstanta/literal adalah suatu nilai pasti yang tidak bisa diubah-ubah.
Pengertian ini relevan dengan kata dasarnya yaitu konstan yang artinya tetap. Jika
isi variable masih bisa diubah, maka konstanta tidak.
Antara variable dan konstanta dapat disatukan. Perhatikan contoh di bawah ini :
total = subtotal + 100
6.    6)   Pengertian Casting
Typecasting atau casting adalah proses konversi data dari tipe data tertentu ke tipe data yang lain.
Jenis Casting :
Casting data dengan Tipe Primitive.
Pengkonversian nilai dari satu tipe ke tipe yang lainnya, dapat dilakukan pada casting tipe primitif.
Umumnya digunakan antar tipe data numerik.
Terdapat satu tipe data yang tidak dapat dikonversi, yaitu boolean.
Tipe Casting:
· Casting Implisit
Contoh: (Deklarasi penyimpanan sebuah data integer dalam sebuah variabel dengan tipe data double)
int numInt1 = 1;
int numInt2 = 2;
//hasilnya secara implisit tercasting menjadi double
double numDouble = numInt1/numInt2;
· Casting Explisit
Contoh:
(dataType)value dataType - bentuk tipe data konversi
value - ekspresi yang me-return value dari tipe sumber
Casting Object.
Casting objek terdapat dua jenis yaitu :
§ Casting Objek Implisit
§ Casting Objek Eksplisit
Penggunaan Casting
Casting diperlukan ketika kita akan “memaksa” penyesuaian dari satu tipe data ke tipe data lain.
Pada pemrograman berbasis objek casting diperlukan untuk menyesuaikan suatu tipe objek (class) ke tipe objek (class) lain.
Program Casting

Minggu, 04 Mei 2014

coding java script

coding java script ;;)
    HTML>
      <HEAD> </HEAD>
      <BODY>
        <form id="_id0" method="post" action="/a4j-simpleRepeator/demo.jsf" enctype="application/x-www-form-urlencoded">
        Input text:
        <input type="text" name="_id0:_id3" value="" onkeyup="A4J.AJAX.Submit('_viewRoot','/a4j-simpleRepeator/demo.jsf',this,{'parameters':{'_id0:_id4':'_id0:_id4'}})" size="50">
        Response:
        <span id="_id0:repeater">
        <input type="hidden" name="_id0" value="_id0">
        </form>
      </BODY>
    </HTML>

Kamis, 23 Januari 2014

sistem keamanan komputer

Sistem Keamanan Komputer
Keamanan sistem komputer adalah untuk menjamin sumber daya sistem tidak digunakan / dimodifikasi, diinterupsi dan diganggu oleh orang yang tidak diotorisasi. Pengamanan termasuk masalah teknis, manajerial, legalitas dan politis.
3 macam keamanan sistem, yaitu :
1. Keamanan eksternal / external security
Berkaitan dengan pengamanan fasilitas komputer dari penyusup dan bencana seperti kebakaran /kebanjiran.
2. Keamanan interface pemakai / user interface security
Berkaitan dengan indentifikasi pemakai sebelum pemakai diijinkan mengakses program dan data yang disimpan
3. Keamanan internal / internal security
Berkaitan dengan pengamanan beragam kendali yang dibangun pada perangkat keras dan sistem operasi yang menjamin operasi yang handal dan tak terkorupsi untuk menjaga integritas program dan data.
2 masalah penting keamanan, yaitu :

1. Kehilangan data / data loss
Yang disebabkan karena :
· Bencana, contohnya kebakaran, banjir, gempa bumi, perang, kerusuhan, tikus, dll.
· Kesalahan perangkat keras dan perangkat lunak, contohnya ketidak berfungsinya pemroses, disk / tape.
yang tidak terbaca, kesalahan komunikasi, kesalahan program / bugs.
· Kesalahan / kelalaian manusia, contohnya kesalahan pemasukkan data, memasang tape / disk yang salah, kehilangan disk / tape.
2. Penyusup / intruder
· Penyusup pasif, yaitu yang membaca data yang tidak terotorisasi
· Penyusup aktif, yaitu mengubah data yang tidak terotorisasi.
Contohnya penyadapan oleh orang dalam, usaha hacker dalam mencari uang, spionase militer / bisnis, lirikan pada saat pengetikan password.
Sasaran keamanan adalah menghindari, mencegah dan mengatasi ancaman terhadap sistem.
3 aspek kebutuhan keamanan sistem komputer, yaitu :
1. Kerahasiaan / secrecy, diantaranya privasi
Keterjaminan bahwa informasi di sistem komputer hanya dapat diakses oleh pihak-pihak yang terotorisasi
dan modifikasi tetap menjaga konsistensi dan keutuhan data di sistem
2. Integritas / integrity
Keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer hanya dapat dimodifikasi oleh pihak-pihak yang
terotorisasi
3. Ketersediaan / availability
Keterjaminan bahwa sumber daya sistem komputer tersedia bagi pihak-pihak yang diotorisasi saat diperlukan.
Tipe ancaman terhadap keamanan sistem komputer dapat dimodelkan dengan memandang fungsi sistem
komputeer sebagai penyedia informasi.
Berdasarkan fungsi ini, ancaman terhadap sistem komputeer dikategorikan menjadi 4 ancaman, yaitu :
1. Interupsi / interuption
Sumber daya sistem komputer dihancurkan / menjadi tak tersedia / tak berguna. Merupakan ancaman
terhadap ketersediaan. Contohnya penghancuran harddisk, pemotongan kabel komunikasi.
2. Intersepsi / interception
Pihak tak diotorisasi dapat mengakses sumber daya. Merupakan ancaman terhadap kerahasiaan. Pihak tak
diotorissasi dapat berupa orang / program komputeer. Contohnya penyadapan, mengcopy file tanpa
diotorisasi.
3. Modifikasi / modification
Pihak tak diotorisasi tidak hanya mengakses tapi juga merusak sumber daya. Merupakan ancaman
terhadap integritas. Contohnya mengubah nilai file, mengubah program, memodifikasi pesan
4. Fabrikasi / fabrication
Pihak tak diotorisasi menyisipkan / memasukkan objek-objek palsu ke sistem. Merupakan ancaman terhadap integritas. Contohnya memasukkan pesan palsu ke jaringan, menambah record file.
Petunjuk prinsip-prinsip pengamanan sistem komputer, yaitu :

1. Rancangan sistem seharusnya publik
Tidak tergantung pada kerahasiaan rancangan mekanisme pengamanan. Membuat proteksi yang bagus
dengan mengasumsikan penyusup mengetahui cara kerja sistem pengamanan.
2. Dapat diterima
Mekanisme harus mudah diterima, sehingga dapat digunakan secara benar dan mekanisme proteksi tidak
mengganggu kerja pemakai dan pemenuhan kebutuhan otorisasi pengaksesan.
3. Pemeriksaan otoritas saat itu
Banyak sisten memeriksa ijin ketika file dibuka dan setelah itu (opersi lainnya) tidak diperiksa.
4. Kewenangan serendah mungkin
Program / pemakai sistem harusnya beroperasi dengan kumpulan wewenang serendah mungkin yang
diperlukan untuk menyelesaikan tugasnya.
5. Mekanisme yang ekonomis
Mekanisme proteksi seharusnya sekecil dan sesederhana mungkin dan seragam sehingga mudah untukverifikasi.
Otentifikasi pemakai / user authentification adalah identifikasi pemakai ketika login.
3 cara otentifikasi :
1. Sesuatu yang diketahui pemakai, misalnya password, kombinasi kunci, nama kecil ibu mertua, dll
Untuk password, pemakai memilih suatu kata kode, mengingatnya dan menggetikkannya saat akan mengakses sistem komputer, saat diketikkan tidak akan terlihat dilaya kecuali misalnya tanda *. Tetapi banyak kelemahan dan mudah ditembus karena pemakai cenderung memilih password yang mudah diingat,
misalnya nama kecil, nama panggilan, tanggal lahir, dll.
Upaya pengamanan proteksi password :
a. Salting, menambahkan string pendek ke string password yang diberikan pemakai sehingga mencapai
panjang password tertentu
b. one time password, pemakai harus mengganti password secara teratur, misalnya pemakai mendapat 1
buku daftar password. Setiap kali login pemakai menggunakan password berikutnya yang terdapat pada
daftar password.
c. satu daftar panjang pertanyan dan jawaban, sehingga pada saat login, komputer memilih salah satu dari
pertanyaan secara acak, menanyakan ke pemakai dan memeriksa jawaban yang diberikan.
d. tantangan tanggapan / chalenge respone, pemakai diberikan kebebasan memilih suatu algoritma
misalnya x3, ketika login komputer menuliskan di layar angka 3, maka pemakai harus mengetik angka 27.
2. Sesuatu yang dimiliki pemakai, misalnya bagde, kartu identitas, kunci, barcode KTM, ATM.
Kartu pengenal dengan selarik pita magnetik. Kartu ini disisipkan de suatu perangkat pembaca kartu
magnetik jika akan mengakses komputer, biasanya dikombinasikan dengan password.
3. Sesuatu mengenai / merupakan ciri pemakai yang di sebut biometrik, misalnya sidik jari, sidik suara, foto, tanda tangan, dll. Pada tanda tangan, bukan membandingkan bentuk tanda tangannya (karena mudah ditiru) tapi gerakan / arah dan tekanan pena saat menulis (sulit ditiru).
Untuk memperkecil peluang penembusan keamanan sistem komputer harus diberikan pembatasan,
misalnya :
1. Pembatasan login, misalnya pada terminal tertentu, pada waktu dan hari tertentu.
2. Pembatasan dengan call back, yaitu login dapat dilakukan oleh siapapun, bila telah sukses, sistemmemutuskan koneksi dan memanggil nomor telepon yang disepakati. Penyusup tidak dapat menghubungkan lewat sembarang saluran telepon, tapi hanya pada saluran tetepon tertentu.
3. Pembatasan jumlah usaha login, misalnya dibatasi sampai 3 kali, dan segera dikunci dan diberitahukan keadministrator.
Objek yang perlu diproteksi :
1. Objek perangkat keras, misalnya pemroses, segment memori, terminal, diskdrive, printer, dll
2. Objek perangkat lunak, misalnya proses, file, basis data, semaphore, dll
Masalah proteksi adalah mengenai cara mencegah proses mengakses objek yang tidak diotorisasi. Sehingga dikembangkan konsep domain. Domain adalah himpunan pasangan (objek,hak). Tiap pasangan menspesifikasikan objek dan suatu subset operasi yang dapat dilakukan terhadapnya. Hak dalam konteks ini berarti ijin melakukan suatu operasi.
Cara penyimpanan informasi anggota domain beerupa satu matrik besar, dimana :
· baris menunjukkan domain
· kolom menunjukkan objek
Pendahuluan Kriptografi
Kriptografi, secara umum adalah ilmu dan seni untuk menjaga kerahasiaan berita [bruceSchneier - Applied Cryptography]. Kata cryptography berasal dari kata Yunani kryptos (tersembunyi) dan graphein (menulis). Selain pengertian tersebut terdapat pula pengertian ilmuyang mempelajari teknik-teknik matematika yang berhubungan dengan aspek keamananinformasi seperti kerahasiaan data, keabsahan data, integritas data, serta autentikasi data [A.Menezes, P. van Oorschot and S. Vanstone - Handbook of Applied Cryptography]. Cryptanalysis adalah aksi untuk memecahkan mekanisme kriptografi dengan cara mendapatkanplaintext atau kunci dari ciphertext yang digunakan untuk mendapatkan informasi berhargakemudian mengubah atau memalsukan pesan dengan tujuan untuk menipu penerima yang
sesungguhnya, memecahkan ciphertext. Cryptology adalah ilmu yang mencakup cryptography dan cryptanalysis. Tidak semua aspek keamanan informasi ditangani oleh kriptografi.
Tujuan mendasar dari ilmu kriptografi ini yang juga merupakan aspek keamanan informasi yaitu :

􀂃 Kerahasiaan, adalah layanan yang digunakan untuk menjaga isi dari informasi dari siapapun kecuali yang memiliki otoritas atau kunci rahasia untuk membuka/mengupas informasi yang telah disandi. Integritas data, adalah berhubungan dengan penjagaan dari perubahan data secara tidak sah. Untuk menjaga integritas data, sistem harus memiliki kemampuan untuk mendeteksi manipulasi data oleh pihak-pihak yang tidak berhak, antara lain penyisipan, penghapusan, dan pensubsitusian data lain kedalam data yang sebenarnya.
􀂃 Autentikasi, adalah berhubungan dengan identifikasi/pengenalan, baik secara kesatuan sistem maupun informasi itu sendiri. Dua pihak yang saling berkomunikasi harus saling memperkenalkan diri. Informasi yang dikirimkan melalui kanal harus diautentikasi keaslian, isi datanya, waktu pengiriman, dan lain-lain.
􀂃 Non-repudiasi., atau nir penyangkalan adalah usaha untuk mencegah terjadinya
penyangkalan terhadap pengiriman/terciptanya suatu informasi oleh yang mengirimkan/membuat. Enkripsi adalah transformasi data kedalam bentuk yang tidak dapat terbaca tanpa sebuah kunci tertentu. Tujuannya adalah untuk meyakinkan privasi dengan menyembunyikan informasi dari orang-orang yang tidak ditujukan, bahkan mereka mereka yang memiliki akses ke data terenkripsi. Dekripsi merupakan kebalikan dari enkripsi, yaitu transformasi data terenkripsi kembali ke bentuknya semula.
Keamanan Dan Manajemen Perusahaan
Seringkali sulit untuk membujuk manajemen perusahaan atau pemilik sistem informasi untuk melakukan investasi di bidang keamanan. Di tahun 1997 majalah Information Week melakukan survey terhadap 1271 system atau network manager di Amerika Serikat. Hanya 22% yang menganggap keamanan sistem informasi sebagai komponen sangat penting (“extremely important”). Mereka lebih mementingkan “reducing cost” dan “improvingcompetitiveness” meskipun perbaikan sistem informasi setelah dirusak justru dapat menelan biaya yang lebih banyak. Keamanan itu tidak dapat muncul demikian saja. Dia harus direncanakan. Ambil contoh berikut. Jika kita membangun sebuah rumah, maka pintu rumah kita harus dilengkapi dengan kunci pintu. Jika kita terlupa memasukkan kunci pintu pada budget perencanaan rumah, maka kita akan dikagetkan bahwa ternyata harus keluar dana untuk menjaga keamanan. Kalau rumah kita hanya memiliki satu atau dua pintu, mungkin dampak dari budget tidak seberapa. Bayangkan bila kita mendesain sebuah hotel dengan 200 kamar dan lupa membudgetkan kunci pintu. Dampaknya sangat besar. Demikian pula di sisi pengamanan sebuah sistem informasi. Jika tidak kita budgetkan di awal, kita akan dikagetkan dengan kebutuhan akan adanya perangkat pengamanan (firewall, Intrusion Detection System, anti virus, DissasterRecoveryCenter, dan seterusnya). Meskipun sering terlihat sebagai besaran yang tidak dapat langsung diukur dengan uang (intangible), keamanan sebuah sistem informasi sebetulnya dapat diukur dengan besaran yang dapat diukur dengan uang (tangible). Dengan adanya ukuran yang terlihat, mudah-mudahan pihak manajemen dapat mengerti pentingnya investasi di bidang keamanan.
Berikut ini adalah berapa contoh kegiatan yang dapat kita lakukan :
􀀗 Hitung kerugian apabila sistem informasi kita tidak bekerja selama 1 jam, selama 1 hari, 1 minggu, dan 1 bulan. (Sebagai perbandingkan, bayangkan jika server Amazon.com tidak dapat diakses selama beberapa hari. Setiap harinya dia dapat menderita kerugian beberapa juta dolar.)
􀀗 Hitung kerugian apabila ada kesalahan informasi (data) pada sistem informasi anda. Misalnya web site anda mengumumkan harga sebuah barang yang berbeda dengan harga yang ada di toko kita.
􀀗 Hitung kerugian apabila ada data yang hilang.
Misalnya berapa kerugian yang diderita apabila daftar pelanggan dan invoice hilang dari sistem kita. Berapa biaya yang dibutuhkan untuk rekonstruksi data.
􀀗 Apakah nama baik perusahaan kita merupakan sebuah hal yang harus dilindungi?
Bayangkan bila sebuah bank terkenal dengan rentannya pengamanan data-datanya, bolak-balik terjadi security incidents. Tentunya banyak nasabah yang pindah ke bank lain karena takut akan keamanan uangnya. Pengelolaan terhadap keamanan dapat dilihat dari sisi pengelolaan resiko (risk management). Lawrie Brown dalam menyarankan menggunakan “Risk Management Model” untuk menghadapi ancaman (managing threats). Ada tiga komponen yang memberikan kontribusi kepada Risk, yaitu Asset, Vulnerabilities, dan Threats.
Nama Komponen Contoh & Keterangan Lebih Lanjut
Asset (Aset)
􀂃 Hardware
􀂃 Software
􀂃 Dokumentasi
􀂃 Data
􀂃 Komunikasi
􀂃 Lingkungan
􀂃 Manusia
Threats (Ancaman)
􀂃 Pemakai (Users)
􀂃 Teroris
􀂃 Kecelakaan (Accidents)
􀂃 Crackers
􀂃 Penjahat Kriminal
􀂃 Nasib (Acts Of God)
􀂃 Intel Luar Negeri (Foreign Intelligence)
Vulnerability (Kelemahan)
􀂃 Software Bugs
􀂃 Hardware Bugs
􀂃 Radiasi (dari layar, transmisi)
􀂃 Tapping, Crosstalk
􀂃 Unauthorized Users
􀂃 Cetakan, Hardcopy
􀂃 Keteledoran (Oversight)
􀂃 Cracker via telepon
􀂃 Strorage media
Untuk menanggulangi resiko (Risk) tersebut dilakukan apa yang disebut “countermeasures” yang dapat berupa :
􀀗 Usaha untuk mengurangi Threat
􀀗 Usaha untuk mengurangi Vulnerability
􀀗 Usaha untuk mengurangi impak (impact)
􀀗 Mendeteksi kejadian yang tidak bersahabat (hostile event)
􀀗 Kembali (recover) dari kejadian
MeningkatnyaMeningkatnya Kejahatan Komputer
Jumlah kejahatan komputer (computer crime), terutama yang berhubungan dengan sistem informasi, akan terus meningkat dikarenakan beberapa hal, antara lain :
􀀗 Aplikasi bisnis yang menggunakan (berbasis) teknologi informasi dan jaringan komputer semakin meningkat.
Sebagai contoh saat ini mulai bermunculan aplikasibisnis seperti on-line banking, electronic commerce (e-commerce), Electronic DataInterchange (EDI), dan masih banyak lainnya. Bahkan aplikasi e-commerce akan menjadi salah satu aplikasi pemacu di Indonesia (melalui “Telematika Indonesia” dan Nusantara 21). Demikian pula di berbagai penjuru dunia aplikasi ecommerce terlihat mulai meningkat.
􀀗 Desentralisasi (dan distributed) server menyebabkan lebih banyak sistem yang harus ditangani.
Hal ini membutuhkan lebih banyak operator dan administrator yang handal yang juga kemungkinan harus disebar di seluruh lokasi. Padahal mencari operator dan administrator yang handal adalah sangat sulit, apalagi jika harus disebar di berbagai tempat. Akibat dari hal ini adalah biasanya server-server di daerah (bukan pusat) tidak dikelola dengan baik sehingga lebih rentan terhadap serangan. Seorang cracker akan menyerang server di daerah lebih dahulu sebelum mencoba menyerang server pusat. Setelah itu dia akan menyusup melalui jalur belakang. (Biasanya dari daerah / cabang ke pusat ada routing dan tidak dibatasi dengan firewall.)
􀀗 Transisi dari single vendor ke multi-vendor
Sehingga lebih banyak sistem atau perangkat yang harus dimengerti dan masalah interoperability antar vendor yang lebih sulit ditangani. Untuk memahami satu jenis perangkat dari satu vendor saja sudah susah, apalagi harus menangani berjenis-jenis perangkat. Bayangkan, untuk router saja sudah ada berbagai vendor; Cisco, Juniper Networks, Nortel, Linux-based router, BSDbased router, dan lain-lain. Belum lagi jenis sistem operasi (operating system) dari server, seperti Solaris (dengan berbagai versinya), Windows (NT, 2000, 2003), Linux (dengan berbagai distribusi), BSD (dengan berbagai variasinya mulai dari FreeBSD, OpenBSD, NetBSD). Jadi sebaiknya tidak menggunakan variasi yang terlalu banyak.
􀀗 Meningkatnya kemampuan pemakai di bidang komputer
Sehingga mulai banyak pemakai yang mencoba-coba bermain atau membongkar sistem yang digunakanny (atau sistem milik orang lain). Jika dahulu akses ke komputer sangat sukar, maka sekarang komputer sudah merupakan barang yang mudah diperoleh dan banyak dipasang di sekolah serta rumah-rumah.
􀀗 Mudahnya diperoleh software untuk menyerang komputer dan jaringan komputer.
Banyak tempat di Internet yang menyediakan software yang langsung dapat diambil (download) dan langsung digunakan untuk menyerang dengan Graphical User Interface (GUI) yang mudah digunakan. Beberapa program, seperti SATAN, bahkanhanya membutuhkan sebuah web browser untuk menjalankannya. Sehingga, seseorangyang hanya dapat menggunakan web browser dapat menjalankan program penyerang(attack). Penyerang yang hanya bisa menjalankan program tanpa mengerti apamaksudnya disebut dengan istilah script kiddie.
􀀗 Kesulitan dari penegak hukum untuk mengejar kemajuan dunia komputer dan telekomunikasi yang sangat cepat.
Hukum yang berbasis ruang dan waktu akan mengalami kesulitan untuk mengatasi masalah yang justru terjadi pada sebuah system yang tidak memiliki ruang dan waktu. Barang bukti digital juga masih sulit diakui oleh pengadilan Indonesia sehingga menyulitkan dalam pengadilan. Akibatnya pelaku kejahatan cyber hanya dihukum secara ringan sehingga ada kecenderungan mereka melakukan hal itu kembali.
􀀗 Semakin kompleksnya sistem yang digunakan,
Seperti semakin besarnya program (source code) yang digunakan sehingga semakin besar probabilitas terjadinya lubang keamanan (yang disebabkan kesalahan pemrograman, bugs).
Klasifikasi Kejahatan Komputer
Kejahatan komputer dapat digolongkan kepada yang sangat berbahaya sampai ke yang hanya mengesalkan (annoying). Menurut David Icove berdasarkan lubang keamanan, dapat diklasifikasikan menjadi empat, yaitu :
1. Keamanan yang bersifat fisik (physical security)
Termasuk akses orang ke gedung, peralatan, dan media yang digunakan. Beberapa bekas penjahat komputer (crackers) mengatakan bahwa mereka sering pergi ke tempat sampah untuk mencari berkas-berkas yang mungkin memiliki informasi tentang keamanan. Misalnya pernah diketemukan coretan password atau manual yang dibuang tanpa dihancurkan. Wiretapping atau hal-hal yang berhubungan dengan akses ke kabel atau computer yang digunakan juga dapat dimasukkan ke dalam kelas ini. Pencurian komputer dan notebook juga merupakan kejahatan yang besifat fisik. Menurut statistik, 15% perusahaan di Amerika pernah kehilangan notebook. Padahal biasanya notebook ini tidak dibackup (sehingga data-datanya hilang), dan juga seringkali digunakan untuk menyimpan data-data yang seharusnya sifatnya confidential (misalnya pertukaran email antar direktur yang menggunakan notebook tersebut).
Denial of service, yaitu akibat yang ditimbulkan sehingga servis tidak dapat diterima oleh pemakai juga dapat dimasukkan ke dalam kelas ini. Denial of service dapat dilakukan misalnya dengan mematikan peralatan atau membanjiri saluran komunikasi dengan pesan-pesan (yang dapat berisi apa saja karena yang diutamakan adalah banyaknya jumlah pesan). Beberapa waktu yang lalu ada lubang keamanan dari implementasi protokol TCP/IP yang dikenal dengan istilah Syn Flood Attack, dimana sistem (host) yang dituju dibanjiri oleh permintaan sehingga dia menjadi terlalu sibuk dan bahkan dapat berakibat macetnya sistem (hang). Mematikan jalur listrik sehingga sistem menjadi tidak berfungsi juga merupakan serangan fisik. Masalah keamanan fisik ini mulai menarik perhatikan ketika gedung WorldTradeCenter yang dianggap sangat aman dihantam oleh pesawat terbang yang dibajak oleh teroris. Akibatnya banyak sistem yang tidak bisa hidup kembali karena tidak diamankan. Belum lagi hilangnya nyawa.
2. Keamanan yang berhubungan dengan orang (personel)
Termasuk identifikasi, dan profil resiko dari orang yang mempunyai akses (pekerja). Seringkali kelemahan keamanan sistem informasi bergantung kepada manusia (pemakai dan pengelola). Ada sebuah teknik yang dikenal dengan istilah “social engineering” yang sering digunakan oleh kriminal untuk berpura-pura sebagai orang yang berhak mengakses informasi. Misalnya kriminal ini berpura-pura sebagai pemakai yang lupa passwordnya dan minta agar diganti menjadi kata lain.
3. Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi (communications).
Yang termasuk di dalam kelas ini adalah kelemahan dalam software yang digunakan untuk mengelola data. Seorang kriminal dapat memasang virus atau trojan horse sehingga dapat mengumpulkan informasi (seperti password) yang semestinya tidak berhak diakses. Bagian ini yang akan banyak kita bahas dalam buku ini.
4. Keamanan dalam operasi
Termasuk kebijakan (policy) dan prosedur yang digunakan untuk mengatur dan mengelola sistem keamanan, dan juga termasuk prosedur setelah serangan (post attack recovery). Seringkali perusahaan tidak memiliki dokumen kebijakan dan prosedur.
Aspek / Service Dari Keamanan (Security)
Garfinkel mengemukakan bahwa keamanan komputer (computer security) melingkupi empat
aspek, yaitu privacy, integrity, authentication, dan availability.
1. Privacy / Confidentiality
Inti utama aspek privacy atau confidentiality adalah usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses. Privacy lebih kearah data-data yang sifatnya privat sedangkan confidentiality biasanya berhubungan dengan data yang diberikan ke pihak lain untuk keperluan tertentu (misalnya sebagai bagian dari pendaftaran sebuah servis) dan hanya diperbolehkan untuk keperluan tertentu tersebut. Contoh hal yang berhubungan dengan privacy adalah e-mail seorang pemakai (user) tidak boleh dibaca oleh administrator.
Contoh confidential information adalah data-data yang sifatnya pribadi (seperti nama, tempat tanggal lahir, social security number, agama, status perkawinan, penyakit yang pernah diderita, nomor kartu kredit, dan sebagainya) merupakan data-data yang ingin diproteksi penggunaan dan penyebarannya. Contoh lain dari confidentiality adalah daftar pelanggan dari sebuah Internet Service Provider (ISP). Untuk mendapatkan kartu kredit, biasanya ditanyakan data-data pribadi. Jika saya mengetahui data-data pribadi anda, termasuk nama ibu anda, maka saya dapat melaporkan melalui telepon (dengan berpura-pura sebagai anda) bahwa kartu kredit anda hilang dan mohon penggunaannya diblokir. Institusi (bank) yang mengeluarkan kartu kredit anda akan percaya bahwa saya adalah anda dan akan menutup kartu kredit anda. Masih banyak lagi kekacauan yang dapat ditimbulkan bila data-data pribadi ini digunakan oleh orang yang tidak berhak. Ada sebuah kasus dimana karyawan sebuah perusahaan dipecat dengan tidak hormat dari perusahaan yang bersangkutan karena kedapatan mengambil data-data gaji karyawan di perusahaan yang bersangkutan. Di perusahaan ini, daftar gaji termasuk informasi yang bersifat confidential /rahasia.
2. Integrity
Aspek ini menekankan bahwa informasi tidak boleh diubah tanpa seijin pemilik informasi. Adanya virus, trojan horse, atau pemakai lain yang mengubah informasi tanpa ijin merupakan contoh masalah yang harus dihadapi. Sebuah e-mail dapat saja “ditangkap” (intercept) di tengah jalan, diubah isinya (altered, tampered, modified), kemudian diteruskan ke alamat yang dituju. Dengan kata lain, integritas dari informasi sudah tidak terjaga. Penggunaan enkripsi dan digital signature, misalnya, dapat mengatasi masalah ini.
Salah satu contoh kasus trojan horse adalah distribusi paket program TCP Wrapper (yaitu program populer yang dapat digunakan untuk mengatur dan membatasi akses TCP/IP) yang dimodifikasi oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Jika anda memasang program yang berisi trojan horse tersebut, maka ketika anda merakit (compile) program tersebut, dia akan mengirimkan eMail kepada orang tertentu yang kemudian memperbolehkan dia masuk ke sistem anda. Informasi ini berasal dari CERT Advisory, “CA-99-01 Trojan-TCP-Wrappers” yang didistribusikan 21 Januari 1999.
Contoh serangan lain adalah yang disebut “man in the middle attack” dimana seseorang menempatkan diri di tengah pembicaraan dan menyamar sebagai orang lain.
3. Authentication
Aspek ini berhubungan dengan metoda untuk menyatakan bahwa informasi betulbetul asli, orang yang mengakses atau memberikan informasi adalah betul-betul orang yang dimaksud, atau server yang kita hubungi adalah betul-betul server yang asli.
Masalah pertama, membuktikan keaslian dokumen, dapat dilakukan dengan teknologi watermarking dan digital signature. Watermarking juga dapat digunakan untuk menjaga “intelectual property”, yaitu dengan menandai dokumen atau hasil karya dengan “tanda tangan” pembuat.
Masalah kedua biasanya berhubungan dengan access control, yaitu berkaitan dengan pembatasan orang yang dapat mengakses informasi. Dalam hal ini pengguna harus menunjukkan bukti bahwa memang dia adalah pengguna yang sah, misalnya dengan menggunakan password, biometric (ciri-ciri khas orang), dan sejenisnya. Ada tiga hal yang dapat ditanyakan kepada orang untuk menguji siapa dia :
• What you have (misalnya kartu ATM)
• What you know (misalnya PIN atau password)
• What you are (misalnya sidik jari, biometric)
Penggunaan teknologi smart card, saat ini kelihatannya dapat meningkatkan keamanan aspek ini. Secara umum, proteksi authentication dapat menggunakan digital certificates. Authentication biasanya diarahkan kepada orang (pengguna), namun tidak pernah ditujukan kepada server atau mesin. Pernahkan kita bertanya bahwa mesin ATM yang sedang kita gunakan memang benar-benar milik bank yang bersangkutan?
Bagaimana jika ada orang nakal yang membuat mesin seperti ATM sebuah bank dan meletakkannya di tempat umum? Dia dapat menyadap data-data (informasi yang ada di magnetic strip) dan PIN dari orang yang tertipu. Memang membuat mesin ATM palsu tidak mudah. Tapi, bisa anda bayangkan betapa mudahnya membuat web site palsu yang menyamar sebagai web site sebuah bank yang memberikan layanan Internet Banking. (Ini yang terjadi dengan kasus klikBCA.com.)
4. Availability
Aspek availability atau ketersediaan berhubungan dengan ketersediaan informasi ketika dibutuhkan. Sistem informasi yang diserang atau dijebol dapat menghambat atau meniadakan akses ke informasi. Contoh hambatan adalah serangan yang sering disebut dengan “denial of service attack” (DoS attack), dimana server dikirimi permintaan (biasanya palsu) yang bertubitubi atau permintaan yang diluar perkiraan sehingga tidak dapat melayani permintaan lain atau bahkan sampai down, hang, crash. Contoh lain adalah adanya mailbomb, dimana seorang pemakai dikirimi e-mail bertubi-tubi (katakan ribuan e-mail) dengan ukuran yang besar sehingga sang pemakai tidak dapat membuka e-mailnya atau kesulitan mengakses e-mailnya (apalagi jika akses dilakukan melalui saluran telepon).
Pentingnya Akses Kontrol
Bagi para profesional keamanan sistem/teknologi informasi, perhatian harus diberikan pada kebutuhan akses kontrol dan metode-metode implementasinya untuk menjamin bahwa sistem memenuhi availability (ketersediaan), confidentiality (kerahasiaan), dan integrity (integritas). Dalam komputer jaringan, juga diperlukan pemahaman terhadap penggunaan akses kontrol pada arsitektur terdistribusi dan terpusat. Melakukan kontrol akses pada sistem informasi dan jaringan yang terkait juga merupakan hal penting untuk menjaga confidentiality, integrity, dan availability.Confidentiality atau kerahasiaan memastikan bahwa informasi tidak terbuka ke individu, program atau proses yang tidak berhak. Beberapa informasi mungkin lebih sensitive dibandingkan informasi lainnya dan memerlukan level kerahasiaan yang lebih tinggi. Mekanisme kontrol perlu ditempatkan untuk mendata siapa yang dapat mengakses data dan apa yang orang dapat lakukan terhadapnya saat pertama kali diakses. Aktivitas tersebut harus dikontrol, diaudit, dan dimonitor. Beberapa tipe informasi yang dipertimbangkan sebagai informasi rahasia adalah misalnya catatan kesehatan, informasi laporan keuangan, catatan kriminal, kode sumber program, perdagangan rahasia, dan rencana taktis militer. Sedangkan beberapa mekanisme yang memebrikan kemampuan kerahasiaan sebagai contoh yaitu enkripsi, kontrol akses fisikal dan logikal, protokol transmisi, tampilan database, dan alur trafik yang terkontrol. Bagi suatu institusi (skala besar, menengah maupun kecil), adalah merupakan hal penting untuk mengidentifikasi data dan kebutuhan-kebutuhan yang terklasifikasi sehingga dapat dipastikan bahwa suatu peringkat prioritas akan melindungi data dan informasi serta terjaga kerahasiaannya. Jika informasi tidak terklasifikasi maka akan diperlukan banyak waktu dan biaya yang dikeluarkan saat mengimplementasikan besaran yang sama pada tingkat keamanan untuk informasi kritis maupun informasi tidak penting. Integritas memiliki tujuan mencegah modifikasi pada informasi oleh user yang tidak berhak, mencegah modifikasi yang tidak sengaja atau tidak berhak pada informasi oleh orang yang tidak berkepentingan, dan menjaga konsistensi internal maupun eksternal. Konsistensi internal memastikan bahwa data internal selalu konsisten. Misalnya, diasumsikan sebuah database internal memiliki jumlah unit suatu komponen tertentu pada tiap bagian suatu organisasi. Jumlah bilangan dari komponen di tiap bagian tersebut harus sama dengan jumlah bilangan komponen pada database yang terekam secara internal pada keseluruhan organisasi. Konsistensi eksternal menjamin bahwa data yang tersimpan pada database konsisten dengan fisiknya. Sebagai contoh dari konsistensi internal di atas, konsistensi eksternal berarti bahwa besarnya komponen yang tercatat pada database untuk setiap bagian adalah sama dengan banyaknya komponen secara fisik di tiap bagian tersebut. Informasi juga harus akurat, lengkap, dan terlindungi dari modifikasi yang tidak berhak. Ketika suatu mekanisme keamanan memberikan integritas, ia akan melindungi data dari perubahan yang tidak lazim, dan jika memang terjadi juga modifikasi ilegal pada data tersebut maka mekanisme keamanan harus memperingatkan user atau membatalkan modifikasi tersebut. Availability (ketersediaan) memastikan bahwa untuk user yang berhak memakai sistem, memiliki waktu dan akses yang bebas gangguan pada informasi dalam sistem. Informasi,sistem, dan sumberdaya harus tersedia untuk user pada waktu diperlukan sehingga produktifitas tidak terpengaruh. Kebanyakan informasi perlu untuk dapat diakses dan tersedia bagi user saat diminta sehingga mereka dapat menyelesaikan tugas-tugas dan memenuhi tanggung jawab pekerjaan mereka. Melakukan akses pada informasi kelihatannya tidak begitu penting hingga pada suatu saat informasi tersebut tidak dapat diakses. Administrator sistem mengalaminya saat sebuah file server mati atau sebuah database yang pemakaiannya tinggi tiba-tiba rusal untuk suatu alasan dan hal lainnya. Fault tolerance dan mekanisme pemulihan digunakan untuk menjamin
kontinuitas ketersediaan sumberdaya. Produktifitas user dapat terpengaruh jika data tidak siap tersedia. Informasi memiliki atribut-atribut yang berbeda seperti akurasi, relevansi, sesuai waktu, privacy, dan keamanan. Mekanisme keamanan yang berbeda dapat memberikan tingkat kerahasiaan, integritas, dan ketersediaan yang berbeda pula. Lingkungan, klasifikasi data yang dilindungi, dan sasaran keamanan perlu dievaluasi untuk menjamin mekanisme keamanan yang sesuai dibeli dan digunakan sebagaimana mestinya. Tujuan kontrol akses lainnya adalah reliability dan utilitas. Tujuan-tujuan tersebut mengalir dari kebijakan keamanan suatu organisasi. Kebijakan ini merupakan pernyataan tingkat tinggi dari pihak manajemen berkaitan dengan kontrol pada akses suatu informasi dan orang yang berhak menerima informasi tersebut. Tiga hal lainnya yang patut dipertimbangkan untuk perencanaan dan implementasi mekanisme kontrol akses adalah ancaman pada sistem (threats), kerawanan sistem pada ancaman (vulnerabilities), dan resiko yang ditimbulkan oleh ancaman tersebut. Ancaman (threats) adalah suatu kejadian atau aktivitas yang memiliki potensi untuk menyebabkan kerusakan pada sistem informasi atau jaringan. Kerawanan (vulnerabilities) adalah kelemahan atau kurangnya penjagaan yang dapat dimanfaatkan oleh suatu ancaman, menyebabkan kerusakan pada sistem informasi atau jaringan. Sedangkan resiko adalah potensi kerusakan atau kehilangan pada sistem informasi atau jaringan; kemungkinan bahwa ancaman akan terjadi.
Penjelasan Akses Kontrol
Akses kontrol merupakan fitur-fitur keamanan yang mengontrol bagaimana user dan sistem berkomunikasi dan berinteraksi dengan sistem dan sumberdaya lainnya. Akses control melindungi sistem dan sumberdaya dari akses yang tidak berhak dan umumnya menentukan tingkat otorisasi setelah prosedur otentikasi berhasil dilengkapi.
Akses adalah aliran informasi antara subjek dan objek. Sebuah subjek merupakan entitas aktif yang meminta akses ke suatu objek atau data dalam objek tersebut. Sebuah subjek dapat berupa user, program, atau proses yang mengakses informasi untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu. Ketika sebuah program mengakses sebuah file, program menjadi subjek dan filemenjadi objek. Objek adalah entitas pasif yang mengandung informasi. Objek bisa sebuah komputer, database, file, program komputer, direktori, atau field pada tabel yang berada di dalam database. Kontrol akses adalah sebuah term luas yang mencakup beberapa tipe mekanisme berbeda yang menjalankan fitur kontrol akses pada sistem komputer, jaringan, dan informasi. Kontrol akses sangatlah penting karena menjadi satu dari garis pertahanan pertama yang digunakan untuk menghadang akses yang tidak berhak ke dalam sistem dan sumberdaya jaringan. Saat user diminta memasukan username dan password hal ini disebut dengan control akses. Setelah user log in dan kemudian mencoba mengakses sebuah file, file ini dapat memiliki daftar user dan grup yang memiliki hak akses ke file tersebut. Jika user tidak termasuk dalam daftar maka akses akan ditolak. Hal itu sebagai bentuk lain dari kontrol akses. Hak dan ijin user adalah berdasarkan identitas, kejelasan, dan atau keanggotaan suatu grup. Kontrol akses memberikan organisasi kemampuan melakukan kontrol, pembatasan, monitor, dan melindungi ketersediaan, integritas, dan kerahasiaan sumberdaya. Kontrol diimplementasikan untuk menanggulangi resiko dan mengurangi potensi kehilangan. Kontrol dapat bersifat preventif, detektif, atau korektif. Kontrol preventif dipakai untuk mencegah kejadian-kejadian yang merusak. Kontrol detektif diterapkan untuk menemukan kejadian-kejadian yang merusak. Kontrol korektif digunakan untuk memulihkan sistem yang menjadi korban dari serangan berbahaya. Untuk menerapkan ukuran-ukuran tersebut, kontrol diimplementasikan secara administratif, logikal atau teknikal, dan fisikal. Kontrol administratif termasuk kebijakan dan prosedur, pelatihan perhatian terhadap keamanan, pemeriksaan latar belakang, pemeriksaan kebiasaan kerja, tinjauan riwayat hari libur, dan supervisi yang ditingkatkan. Kontrol logikal atau teknikal mencakup pembatasan akses ke sistem dan perlindungan informasi. Contoh kontrol pada tipe ini adalah enkripsi, smart cards, daftar kontrol akses, dan protokol transmisi. Sedangkan kontrol fisikal termasuk penjagaan dan keamanan bangunan secara umum seperti penguncian pintu, pengamanan ruang server atau laptop, proteksi kabel, pemisahan tugas kerja, dan backup data. Kontrol fisikal merupakan penempatan penjaga dan bangunan secara umum, seperti penguncian pintu, pengamanan ruang server atau laptop, perlindungan pada kabel, pembagian tanggung jawab, dan backup file.
Model Kontrol Akses
Penerapan akses kontrol pada subjek sistem (sebuah entitas aktif seperti individu atau proses) terhadap objek sistem (sebuah entitas pasif seperti sebuah file) berdasarkan aturan (rules). Model kontrol akses merupakan sebuah framework yang menjelaskan bagaimana subjek mengakses objek. Model ini menggunakan teknologi kontrol akses dan mekanisme sekuriti untuk menerapkan aturan dan tujuan suatu model. Ada tiga tipe utama model kontrol akses yaitu mandatory, discretionary, dan nondiscretionary (sering disebut juga role-based). Tiap tipe model memakai metode berbeda untuk mengkontrol bagaimana subjek mengakses objek dan mempunyai kelebihan serta keterbatasan masing-masing. Tujuan bisnis dan keamanan dari suatu organisasi akan membantu menjelaskan model kontrol akses mana yang sebaiknya digunakan, bersamaan dengan budaya perusahaan dan kebiasaan menjalankan bisnisnya. Beberapa model dipakai secara ekslusif dan kadang-kadang model tersebut dikombinasikan sehingga mampu mencapai tingkat keperluan kemanan lingkungan yang dibutuhkan.
Aturan pada akses kontrol diklasifikasikan menjadi :
􀀗 Mandatory access control
Otorisasi suatu akses subjek terhadap objek bergantung pada label, dimana label ini menunjukan ijin otorisasi suatu subjek dan klasifikasi atau sensitivitas dari objek.
Misalnya, pihak militer mengklasifikasikan dokumen sebagai unclassified, confidential, secret, dan top secret. Untuk hal yang sama, individu dapat menerima ijin otorisasi tentang confidential, secret, atau top secret dan dapat memiliki akses ke dokumen bertipe classified atau tingkatan di bawah status ijin otorisasinya. Sehingga individu dengan ijin otorisasi secret dapat mengakses tingkatan secret dan confidential dokumen dengan suatu batasan. Batasan ini adalah bahwa individu memiliki keperluan untuk mengetahui secara relatif classified dokumen yang dimaksud. Meskipun demikian dokumen yang dimaksud harus benar-benar diperlukan oleh individu tersebut untuk menyelesaikan tugas yang diembannya. Bahkan jika individu memiliki ijin otorisasi untuk tingkat klasifikasi suatu informasi, tetapi tidak memiliki keperluan untuk mengetahui maka individu tersebut tetap tidak boleh mengakses informasi yang diinginkannya. Pada model mandatory access control, user dan pemilik data tidak memiliki banyak kebebasan untuk menentukan siapa yang dapat mengakses file-file mereka. Pemilik data dapat mengijinkan pihak lain untuk mengakses file mereka namun operating system (OS) yang tetap membuat keputusan final dan dapat membatalkan kebijakan dari pemilik data. Model ini lebih terstruktur dan ketat serta berdasarkan label keamanan sistem. User diberikan ijin otorisasi dan data diklasifikasikan. Klasifikasi disimpan di label sekuriti pada sumber daya. Klasifikasi label menentukan tingkat kepercayaan user yang harus dimiliki untuk dapat mengakses suatu file. Ketika sistem membuat keputusan mengenai pemenuhan permintaan akses ke suatu objek, keputusan akan didasarkan pada ijin otorisasi subjek dan klasifikasi objek. Aturan-aturan bagaimana subjek mengakses data dibuat oleh manajemen, dikonfigurasikan oleh administrator, dijalankan oleh operating system, dan didukung oleh teknologi sekuriti.
􀀗 Discretionary access control
Subjek memiliki otoritas, dengan batasan tertentu, untuk menentukan objek-objek apa yang dapat diakses. Contohnya adalah penggunaan daftar kontrol akses (access control list). Daftar kontrol akses merupakan sebuah daftar yang menunjuk user-user mana yang memiliki hak ke sumber daya tertentu. Misalnya daftar tabular akan menunjukan subjek atau user mana yang memiliki akses ke objek (file x) dan hak apa yang mereka punya berkaitan dengan file x tersebut.
Kontrol akses triple terdiri dari user, program, dan file dengan hubungan hak akses terkait dengan tiap user. Tipe kontrol akses ini digunakan secara lokal, dan mempunyai situasi dinamis dimana subjek-subjek harus memiliki pemisahan untuk menentukan sumber daya tertentu yang user diijinkan untuk mengakses. Ketika user dengan batasan tertentu memiliki hak untuk merubah kontrol akses ke objek-objek tertentu, hal ini disebut sebagai user-directed discretionary access control.
Sedangkan kontrol akses berbasis identitas (identity-based access control) adalah tipe kontrol akses terpisah berdasarkan identitas suatu individu.
Dalam beberapa kasus, pendekatan hybrid juga digunakan, yaitu yang mengkombinasi-kan fitur-fitur user-based dan identity-based discretionary access control. Jika user membuat suatu file, maka ia merupakan pemilik file tersebut. Kepemilikan juga bisa diberikan kepada individu spesifik. Misalnya, seorang manager pada departemen tertentu dapat membuat kepemilikan suatu file dan sumber daya dalam domain-nya. Pengenal untuk user ini ditempatkan pada file header. Sistem yang menerapkan model discretionary access control memungkinkan pemilik sumber daya untuk menentukan subjek-subjek apa yang dapat mengakses sumber daya spesifik. Model ini dinamakan discretionary karena kontrol akses didasarkan pada pemisahan pemilik. Pada model ini, akses dibatasi berdasarkan otorisasi yang diberikan pada user. Ini berarti bahwa subjek-subjek diijinkan untuk menentukan tipe akses apa yang dapat terjadi pada objek yang mereka miliki. Jika organisasi menggunakan model discretionary access control, administrator jaringan dapat mengijinkan pemilik sumber daya mengkontrol siapa yang dapat mengakses file/sumber daya tersebut.
Implemetasi umum dari discretionary access control adalah melalui access control list yang dibuat oleh pemilik, diatur oleh administrator jaringan, dan dijalankan oleh operating system. Dengan demikian kontrol ini tidak termasuk dalam lingkungan terkontrol terpusat dan dapat membuat kemampuan user mengakses informasi secara dinamis, kebalikan dari aturan yang lebih statis pada mandatory access control.
􀀗 Non-Discretionary access control
Otoritas sentral menentukan subjek-subjek apa yang mempunyai akses ke objekobjek tertentu berdasarkan kebijakan keamanan organisasi. Kontrol akses bisa berdasarkan peran individu dalam suatu organisasi (role-based) atau tanggung jawab subjek dan tugasnya (task-based). Dalam organisasi dimana sering terdapat adanya perubahan/pergantian personel, nondiscretionary access control merupakan model yang tepat karena kontrol akses didasarkan pada peran individu atau jabatan dalam suatu organisasi. Kontrol akses ini tidak perlu dirubah saat individu baru masuk menggantikan individu lama. Tipe lain dari non-discretionary access control adalah kontrol akses lattice-based. Dalam model lattice (lapis tingkatan), terdapat pasangan-pasangan elemen yang memiliki batas tertinggi terkecil dari nilai dan batas terendah terbesar dari nilai. Untuk menerapkan konsep kontrol akses ini, pasangan elemen adalah subjek dan objek, dan subjek memiliki batas terendah terbesar serta batas tertinggi terkecil untuk hak akses pada suatu objek.
Selain itu terdapat model role-based access control yang juga sebagai nondiscretionary access control. Model ini menerapkan seperangkat aturan terpusat pada kontrol untuk menentukan bagaimana subjek dan objek berinteraksi. Tipe model ini mengijinkan akses ke sumber daya berdasarkan peran yang user tangani dalam suatu organisasi. Administrator menempatkan user dalam peran dan kemudian memberikan hak akses pada peran tersebut.peran dan kelompok merupakan hal berbeda meskipun mereka mempunyai tujuan yang sama. Mereka bekerja sebagai penampungan untuk para user. Perusahaan mungkin memiliki kelompok auditor yang terdiri dari beberapa user yang berbeda. Para user ini dapat menjadi bagian suatu kelompok lain dan biasanya memiliki hak individunya masing-masing serta ijin yang diberikan kepada mereka. Jika perusahaan menerapkan peran, tiap user yang ditugaskan pada peran tertentu yang hanya memiliki hak pada peran tersebut. Hal ini menjadikan kontrol yang lebih ketat.